Devina Halim
02 Juni 2021•Update: 04 Juni 2021
JAKARTA
Amerika Serikat membahas berbagai peluang kerja sama lebih lanjut dengan Kamboja dalam berbagai hal.
Hal itu dibahas dalam pertemuan antara Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman dengan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, Selasa.
“Dapat mencakup pembatalan utang Kamboja (era Lon Nol), kerja sama di bidang minyak dan gas, dan investasi AS terkait air, infrastruktur, energi hijau, dan isu lainnya,” kata asisten Hun Sen, Eang Sophalleth, dikutip dari media lokal The Phnom Penh Post, Selasa malam.
Dalam pertemuan tersebut, menurut Eang, Hun Sen berterima kasih atas kontribusi AS membantu Kamboja menangani pandemi Covid-19.
Hun Sen, kata Eang, sekaligus meminta AS meninjau kebijakan mendeportasi orang Amerika-Kamboja yang dihukum ke Kerajaan Kamboja.
Kebijakan yang dimaksud menyoal orang-orang yang dijadwalkan untuk dideportasi saat menjalani hukuman penjara di AS atas tindakan kriminal seperti narkoba, pemalsuan, perampokan, pemerkosaan, hingga pembunuhan.
Eang mengungkapkan, Wendy akan menyampaikan usulan tersebut kepada Presiden AS Joe Biden.
Setelah pertemuan itu, lewat pernyataan yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri, AS menyampaikan bantuan yang telah diberikan kepada Kamboja untuk menangani Covid-19, termasuk dana USD11 juta (sekitar Rp157 miliar).
Wendy juga disebutkan menyampaikan keprihatinan serius atas kehadiran militer China dan pembangunan fasilitas di Ream Naval Base di Teluk Thailand.
Wendy meminta klarifikasi tentang pembongkaran tanpa pemberitahuan terhadap dua bangunan yang didanai AS di Ream.
AS memandang keberadaan pangkalan militer China di Kamboja akan merusak kedaulatan, mengancam keamanan regional, serta berdampak negatif terhadap hubungan AS-Kamboja.
“Wakil Menteri mendesak kepemimpinan Kamboja untuk mempertahankan kebijakan luar negeri yang independen dan berimbang demi kepentingan terbaik rakyat Kamboja,” demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS.
Wendy sekaligus mendesak pembukaan kembali ruang sipil dan politik untuk pemilihan nasional di Kamboja mendatang.