Pizaro Gozali Idrus
08 April 2021•Update: 12 April 2021
JAKARTA
Otoritas kesehatan Filipina pada Kamis menangguhkan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca untuk warga di bawah 60 tahun menyusul laporan pembekuan darah.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Rolando Enrique Domingo mengatakan penangguhan sementara dilakukan setelah European Medicines Agency merekomendasikan memasukkan pembekuan darah sebagai efek samping langka dari vaksin AstraZeneca.
“Kami menydari rekomendasi European Medicines Agency untuk memasukan pembekuan darah sebagai efek samping yang sangat langka dari vaksin AstraZeneca,” kata Domingo dalam pernyataannya.
Meski Filipina belum menemukan kejadian ini di dalam negeri, Domingo tetap merekomendasikan untuk menghentikan sementara penggunaan vaksin bagi mereka yang berusia di bawah 60 tahun.
Domingo mengatakan pihak berwenang menunggu hasil tinjauan yang dilakukan oleh para ahli medis lokal dan arahan WHO.
“Penangguhan sementara ini tidak berarti bahwa vaksin itu tidak aman atau tidak efektif - itu hanya berarti bahwa kami mengambil tindakan pencegahan untuk memastikan keamanan setiap warga Filipina,” kata Domingo.
Filipina sejauh ini telah menerima 526 ribu dosis awal vaksin yang dikembangkan oleh AstraZeneca melalui Fasilitas Covax.
Hingga kini, Filipina mencatat hampir 830.000 kasus Covid-19, termasuk lebih dari 14.100 kematian.