JAKARTA (AA)
Singapura telah memiliki rencana menuju kondisi new normal ketika Covid-19 menjadi suatu endemik serta pertemuan dalam jumlah besar dan perjalanan dapat dilanjutkan kembali.
Para co-chairs Gugus Tugas Multi-kementerian Covid-19 Singapura membandingkan Covid-19 dengan influenza.
Menteri Perdagangan dan Industri Gan Kim Yong, Menteri Keuangan Lawrence Wong, dan Menteri Kesehatan Ong Ye Kung mengatakan banyak orang terkena flu setiap tahunnya, tetapi kemungkinan sakit parah sangat kecil sehingga orang melanjutkan hidupnya sambil mengambil tindakan pencegahan yang sederhana.
Ketiga menteri menilai Singapura dapat berupaya mencapai hasil yang serupa untuk Covid-19.
"Melakukan hal itu akan menjadi prioritas kami dalam beberapa bulan ke depan. Kami sudah memiliki rencana yang luas," kata ketiga menteri dikutip dari Channel News Asia, Kamis.
Pertama, gugus tugas berupaya mempercepat pengiriman vaksin Covid-19 sekaligus proses vaksinasi.
Mengutip pengalaman Israel, ketiga menteri mengungkapkan vaksin sangat efektif mencegah penularan Covid-19 dan mencegah gejala Covid-19 yang parah terhadap mereka yang terpapar.
Di Israel di mana 60 persen populasi sudah divaksin, tingkat rawat inap di antara mereka yang telah divaksin penuh adalah 0,3 per 100.000 orang dan tingkat kematian sebesar 0,1 per 100.000 orang.
"Pada dasarnya dengan tingkat vaksinasi yang tinggi, Israel membawa hasil klinis Covid-19 mendekati influenza musiman di AS. Ini adalah hasil yang sangat menjanjikan,” ujar ketiga menteri.
Kemudian, fokus dari tes Covid-19 dan pemantauan akan berganti.
Menurut ketiganya, tes akan dilakukan di perbatasan untuk mengidentifikasi siapa saja yang membawa virus, termasuk varian yang menjadi perhatian (variants of concern).
Tes Covid-19 juga akan dilakukan secara lebih cepat dan mudah.
Selain itu, perawatan pasien Covid-19 di Singapura juga akan lebih efektif.
Kementerian Kesehatan memantau perkembangan obat terapeutik dan memastikan Singapura memiliki persediaan obat-obatan yang memadai.
Ketiga menteri menambahkan masyarakat harus menerapkan kebersihan pribadi yang baik, serta menjauh dari keramaian dan tempat kerja apabila merasa tidak sehat.
Menurut mereka, kombinasi upaya-upaya tersebut dapat mencapai situasi new normal.
Di tengah new normal, kata mereka, pasien Covid-19 dapat tinggal di rumah hingga sembuh karena gejalanya kebanyakan ringan setelah divaksinasi dan risiko penularan akan rendah karena orang-orang di sekitar sudah divaksin.
Ketiga menteri mengungkapkan masyarakat juga dapat melakukan tes secara pribadi dan teratur menggunakan metode yang cepat dan mudah.
Jika situasi new normal tercapai, acara-acara besar dapat digelar kembali seperti acara pergantian tahun baru.
Di samping itu, pelaku usaha akan mendapat kepastian bahwa bisnis mereka tidak akan terganggu.
Saat new normal, ketiga menteri mengungkapkan orang-orang juga dapat bepergian kembali, setidaknya ke negara yang telah mengendalikan Covid-19.
Negara-negara tersebut akan saling mengakui sertifikat vaksinasi satu sama lain.
"Kami sedang menyusun peta jalan untuk transit menuju new normal ini, seiring dengan pencapaian vaksinasi kami, meskipun kami tahu pertempuran melawan Covid-19 akan terus penuh dengan ketidakpastian," ungkap ketiganya.
news_share_descriptionsubscription_contact

