Hayati Nupus
14 April 2020•Update: 15 April 2020
JAKARTA
Departemen Kesehatan Filipina mengkonfirmasi 291 kasus baru Covid-19 di negara itu, sehingga jumlahnya kini menjadi 5.223.
Selain itu, 20 nyawa kembali terenggut karena infeksi Covid-19 dalam 24 jam, menambah jumlah kematian menjadi 335.
Sementara 53 pasien kembali pulih dan menambah jumlah itu menjadi 295, mengutip data dari the Philippine Star.
Pemerintah Filipina memperluas tes diagnostik Covid-19 kepada orang-orang yang menunjukkan gejala seperti flu yang parah, manula, orang-orang dengan penyakit tertentu, perempuan hamil dan petugas kesehatan.
Sejauh ini, Filipina telah mengetes 35.804 orang.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan virus SARS CoV-2 lebih mematikan 10 kali lipat ketimbang pandemi flu babi pada 2009.
Saat itu, wabah H1N1 yang dinyatakan sebagai pandemi pada Juni 2009 itu menewaskan 18.500 orang.
Meski petugas medis Lancet memperkirakan bahwa korbannya sekitar 151.700 hingga 575.400.
Sementara kasus Covid-19 tercatat menginfeksi lebih dari 1,9 juta orang dan menewaskan sekitar 119 ribu orang.
“Pada akhirnya, pengembangan dan pengiriman vaksin yang aman dan efektif akan diperlukan untuk sepenuhnya menghentikan transmisi,” ujar Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Perlu menunggu sekitar 12-18 bulan agar vaksin virus korona baru tersedia untuk umum.