Tayfun Salci
02 Mei 2018•Update: 02 Mei 2018
Tayfun Salci
LONDON
Pemerintah Inggris menyatakan negaranya sedang khawatir dengan peningkatan jumlah kematian warga Palestina oleh tentara Israel di Gaza.
Menanggapi pertanyaan dari Anadolu Agency, Kantor Urusan Luar Negeri dan Persemakmuran (FCO) mengatakan mereka “sangat prihatin dengan peningkatan kekerasan baru-baru ini dan tingginya jumlah orang Palestina yang tewas dan terluka”.
"Kami menyerukan pada semua pelaku untuk mematuhi kewajiban mereka di bawah hukum internasional," kata pernyataan resmi FCO.
Ketegangan di sepanjang perbatasan Gaza telah meninggi di tengah demonstrasi Palestina yang menuntut kembalinya pengungsi ke rumah mereka di tanah Palestina, tempat di mana mereka diusir pada tahun 1948 demi membuka jalan bagi dibangunnya negara baru Israel.
"Secara khusus, kami mendesak warga Israel untuk mempertimbangkan kembali penggunaan kekerasan langsung, dan kami mendesak pimpinan Palestina untuk mempertahankan seruan mereka untuk melakukan protes tanpa kekerasan," tambah FCO.
Setidaknya 46 warga Palestina telah menjadi martir dan ratusan orang terluka oleh tembakan Israel sejak demonstrasi dimulai pada 30 Maret lalu.
Unjuk rasa itu merupakan bagian dari protes enam minggu yang akan mencapai puncaknya pada tanggal 15 Mei mendatang. Nantinya, hari itu akan menandai ulang tahun ke-70 pendirian Israel - sebuah acara yang oleh orang Palestina disebut sebagai "Nakba" atau "Malapetaka".