Maria Elisa Hospita
26 Juli 2018•Update: 27 Juli 2018
Mustafa Melih Ahishali
TEHERAN
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran pada Rabu mengatakan, Washington harus "membatalkan" rencana perundingannya dengan Teheran untuk membuat kesepakatan nuklir yang baru.
Lewat sebuah pernyataan, Bahram Qassemi menyarankan pejabat Amerika Serikat (AS) - khususnya Presiden Donald Trump - untuk "melupakan" perundingan sepihak dengan Iran "di bawah bayang-bayang ancaman".
"AS harus memahami bahwa dunia modern tak lagi memiliki ruang untuk hegemoni, penindasan, dan unilateralisme," ujar dia.
Sebelumnya, pada Selasa, Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan, pemerintah AS telah siap untuk merundingkan kesepakatan baru menggantikan perjanjian nuklir 2015.
Hubungan AS-Iran memanas sejak bulan Mei, ketika Trump secara sepihak menarik partisipasi AS dari perjanjian nuklir 2015, yang disepakati Teheran dengan P5+1 (lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan Jerman).
Awal pekan ini, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan cuitan kontroversial yang ditujukan ke Presiden Iran Hassan Rouhani: "JANGAN MENGANCAM AMERIKA SERIKAT LAGI ATAU ANDA AKAN MENDERITA KONSEKUENSI SEPERTI YANG PERNAH DIALAMI OLEH HANYA SEGELINTIR PIHAK SEBELUMNYA DALAM SEJARAH."
Dua hari kemudian, Kepala Staf Militer Iran Mohammad Bakiri pun menegaskan bahwa seluruh pangkalan militer AS di wilayah itu "berada dalam jangkauan" potensi serangan Iran.