19 Juni 2023•Update: 28 Juli 2023
ANKARA
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken pada Minggu mengundang menlu China datang ke Washington untuk meningkatkan hubungan bilateral yang berada pada tingkat "terendah" sejak kedua negara menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1970-an.
Menlu AS Blinken pada Minggu tiba di Beijing untuk perjalanan resmi berisiko tinggi, yang pertama dilakukan sejak 2018 oleh diplomat top AS mana pun.
Dia melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu China Qin Gang selama sekitar enam jam.
Blinken mengatakan di Twitter bahwa dia telah berdiskusi dengan Qin tentang bagaimana kedua belah pihak "dapat mengelola hubungan antara kedua negara secara bertanggung jawab melalui saluran komunikasi terbuka."
Blinken akan melanjutkan keterlibatannya dengan pejabat China pada Senin, kata Departemen Luar Negeri AS.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller menyebut pertemuan itu dilaksanakan secara "jujur, substantif dan konstruktif."
Blinken mengundang Qin untuk melakukan kunjungan balasan ke AS, kata Miller.
Namun Qin mengungkapkan bahwa "hubungan China-AS berada pada titik terendah sejak dibangun."
“[Kondisi seperti] Ini tidak melayani kepentingan mendasar kedua bangsa atau memenuhi harapan bersama masyarakat internasional,” kata Hua Chunying, juru bicara Kementerian Luar Negeri China.
Menlu China Qin juga mengatakan bahwa hubungan tersebut pada dasarnya didasarkan pada prinsip saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, dan kerja sama saling menguntungkan yang dikemukakan oleh Presiden China Xi Jinping.
Dia menunjukkan bahwa masalah Taiwan adalah inti dari kepentingan China, "masalah terpenting dalam hubungan, dan risiko yang paling menonjol."
Dengan persaingan strategis antara kedua belah pihak yang memanas, Beijing memutuskan saluran komunikasi antar militer dengan Washington setelah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat saat itu Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan Agustus lalu.
Perjalanan Blinken ke Beijing, yang disepakati oleh Biden dan Xi November lalu selama pertemuan di Indonesia, tiba-tiba ditunda pada Februari setelah insiden balon mata-mata China yang dicurigai terbang melintasi AS.
Menurut Hua, kedua belah pihak "sepakat untuk mendorong lebih banyak pertukaran orang dan pendidikan, dan melakukan diskusi positif tentang peningkatan penerbangan antara kedua negara."
Kedua belah pihak juga sepakat untuk mendukung lebih banyak kunjungan timbal balik dari para mahasiswa, cendekiawan, dan pebisnis, kata Hua.