Rhany Chairunissa Rufinaldo
05 Maret 2020•Update: 06 Maret 2020
Talha Ozturk
BELGRADE, Serbia
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada Rabu mendesak solusi politik untuk konflik di Suriah.
Dalam kunjungannya ke ibu kota Kroasia, Zagreb, Stoltenberg meminta rezim Suriah dan Rusia untuk menghormati hukum internasional.
"Penempatan NATO di Laut Aegea tetap penting. Namun masyarakat internasional perlu mengatasi akar penyebab krisis. Kita perlu melihat solusi politik untuk konflik di Suriah. Jadi rezim Assad dan Rusia harus mengakhiri serangan mereka, menghormati hukum internasional dan mendukung upaya PBB untuk solusi damai," ujar dia.
Terkait gelombang pencari suaka dari Turki ke Eropa, dia mengatakan bahwa Yunani dihadapkan pada situasi yang sulit.
"Yunani juga sangat dipengaruhi oleh situasi saat ini. Yunani memikul beban berat. Dan tantangan migrasi adalah tantangan bersama yang membutuhkan solusi bersama," kata Stoltenberg.
Sementara itu, Perdana Menteri Kroasia Andrej Plenkovic mengatakan bahwa migrasi ilegal harus dicegah.
"Kami akan berusaha mencegah masuknya migran baru dalam kerja sama dengan Uni Eropa dan NATO," ungkap Plenkovic.
Lebih dari 135.000 pencari suaka menyeberang ke Eropa setelah Turki membuka perbatasannya.
Langkah itu diambil Turki karena Uni Eropa dianggap tidak memenuhi janji yang dibuatnya sebagai bagian dari perjanjian 2016 soal krisis pengungsi.
Turki, yang telah menampung sekitar 3,7 juta pengungsi Suriah, mengatakan tidak mampu lagi menampung gelombang migrasi tambahan.