Chandni
11 Mei 2018•Update: 11 Mei 2018
Anees Suheil Barghouti
RAMALLAH, Palestina
Ribuan pemukim Yahudi ekstremis didukung oleh pasukan tentara Israel menyerbu tempat suci di dekat kota Nablus, Tepi Barat, pada Jumat dini hari.
"Setelah tiba dengan ratusan bus, sekitar 6.000 pemukim Yahudi memaksa masuk ke tempat itu, di mana mereka melakukan ritual Talmud," kata Ahmed Shamekh, dari pihak kamp pengungsi Palestina Balata, kepada Anadolu Agency.
Menurut Shamekh, para pemukim didampingi ratusan tentara Israel dan puluhan kendaraan militer serta Menteri Pertanian Israel Uri Ariel dari Partai sayap kanan Jewish Home.
Situs keagamaan itu, yang disebut Yahudi sebagai "Makam Yusuf", telah lama menjadi pemantik kekerasan.
Umat Yahudi percaya itu adalah tempat pemakaman Nabi Yusuf dalam Alkitab, namun umat Muslim mengatakan itu adalah makam seorang ulama Islam - Sheikh Yussef Dawiqat - dari dua abad lalu.
- Larangan terbang untuk Sheikh
Dalam perkembangan terpisah, pihak berwenang Israel pada Jumat melarang Sheikh Ekrima Sabri, kepala Dewan Tertinggi Muslim Yerusalem, memasuki wilayah Tepi Barat.
Menurut putra syekh itu, Ammar, Sabri dipanggil ke markas polisi di Yerusalem dini hari tadi.
"Pihak Israel memberi perintah pengadilan yang melarangnya memasuki Tepi Barat selama empat bulan karena 'diduga memiliki hubungan dengan organisasi teroris yang membahayakan keamanan Israel'," kata Ammar.
Bulan lalu, otoritas Israel menerapkan larangan penerbangan satu bulan terhadap Sabri.
Keputusan yang ditandatangani oleh Menteri Keamanan Publik Israel Gilad Erdan itu mulai berlaku pada 1 Mei.