Dwi Nur Arry Andhika Muchtar
18 Februari 2018•Update: 19 Februari 2018
Volkan Kasik
MALATYA, Turki
Seorang pengungsi Suriah di Turki mengatakan mereka mendapat perilaku kekerasan oleh rezim Assad dan teroris PYD / PKK.
“Saya menyaksikan anggota teroris PYD/PKK memaksa anak-anak untuk bergabung dengan mereka dan memberikan mereka pelatihan militer,” ungkap Mevlud Mustafa.
“Kami berharap ancaman teror dapat berakhir secepatnya. Harapan kami satu-satunya dari Allah adalah dapat dibebaskan dari kekejaman mereka. Kami berharap Angkatan Bersenjata Turki dan Tentara Pembebasan Suriah akan membebaskan kami dari kekejaman ini.” kata dia.
Kelompok teroris PYD/PKK bahkan memaksa penduduk setempat untuk menghadiri acara pernikahan mereka dan akan memberikan pelajaran bagi mereka yang tidak memenuhi keinginan mereka, tambah dia.
Mendukung operasi militer yang sedang berlangsung di sebelah barat laut Suriah, ia berkata, “Kami berharap wilayah kami dapat bersih dari teroris, agar kami dapat kembali ke rumah kami. Kami berharap hal itu dapat menjadi kenyataan secepatnya.”
Ia mengatakan, orang-orang Arab dianiaya oleh rezim Assad, sementara masyarakat Kurdi ditindas oleh teroris PYG/PKK dan YPG.
Mustafa meninggalkan kota Humus di Suriah bersama keluarganya 4 tahun lalu.
Di sebelah tenggara provinsi Malatya, tempat tinggalnya sekarang, dia menjadi guru untuk mencari nafkah.
“Kami berterima kasih kepada Turki atas bantuan yang diberikan.”
Ia menambahkan, teroris PYD/PKK menyebarkan propaganda melawan operasi militer yang sedang berlangsung melalui sosial media.
Turki pada 20 Januari lalu meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.
Pihak militer juga memastikan bahwa "sangat penting" supaya operasi tidak membahayakan warga sipil. Afrin menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK ketika rezim Assad di Suriah menyerahkan kota tersebut kepada kelompok teror tanpa pertempuran pada Juli 2012 silam.
*Dilan Pamuk berkontribusi untuk artikel ini di Ankara.