Rhany Chairunissa Rufinaldo
11 Januari 2019•Update: 11 Januari 2019
Lokman Ilhan dan Mumin Altas
CARACAS/BOGOTA
Presiden Venezuela Nicolas Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua pada Kamis.
Upacara pengambilan sumpah Maduro, yang terpilih kembali pada Mei lalu, diadakan di ibu kota Venezuela, Caracas.
Pemimpin berusia 56 tahun itu pertama kali menjabat pada 2013 setelah pendahulunya Hugo Chavez meninggal dan akan kembali memerintah Venezuela selama enam tahun ke depan.
Wakil Presiden Turki Fuat Oktay, yang tiba di Caracas pada Rabu malam, menghadiri upacara pengambilan sumpah Maduro.
Perwakilan dari lebih dari 90 negara, termasuk Presiden Bolivia Eva Morales dan Presiden Kuba Miguel Mario Diaz-Canel, juga menghadiri upacara tersebut.
Sementara itu, Grup Lima, yang sebagian besar terdiri dari negara-negara Amerika Latin, mengatakan bahwa mereka tidak akan mengakui kepresidenan Maduro.
Meksiko yang menjadi satu-satunya anggota kelompok yang tidak menandatangani keputusan tersebut hadir dengan diwakili oleh atase komersialnya.
"Dewan Tetap Organisasi Negara-negara Amerika (OAS) pada Kamis sepakat untuk tidak mengakui keabsahan masa jabatan baru Nicolas Maduro tertanggal 10 Januari 2019," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.
"Resolusi itu disetujui dengan 19 suara mendukung, 6 menentang, 8 abstain dan satu absen," tambahnya.