Rhany Chairunissa Rufinaldo
11 Januari 2019•Update: 11 Januari 2019
Muhammed Emin Canik
BUENOS AIRES
Presiden Paraguay Mario Abdo Benitez pada Kamis mengumumkan bahwa negaranya tidak akan mengakui Nicolas Maduro sebagai presiden terpilih Venezuela
Benitez mengatakan Paraguay akan menutup kedutaan besarnya di Venezuela dan menarik semua diplomatnya.
Selain itu, diplomat Venezuela di Paraguay juga akan dideportasi.
Langkah itu diambil segera setelah Maduro dilantik pada Kamis, untuk masa jabatan kedua setelah pemilihan yang dianggap curang oleh sejumlah pihak.
Maduro pertama kali menjabat pada 2013 setelah pendahulunya Hugo Chavez meninggal dan akan kembali memerintah Venezuela hingga 2025.
Menteri Luar Negeri Paraguay Luis Alberto Castiglioni mengatakan melalui akun Twitter-nya bahwa Paraguay memutuskan hubungan diplomatik dengan Venezuela untuk membela demokrasi.
Sebelumnya, Grup Lima, yang sebagian besar terdiri dari negara-negara Amerika Latin, mengatakan bahwa mereka tidak akan mengakui kepresidenan Maduro.
Meksiko yang menjadi satu-satunya anggota kelompok yang tidak menandatangani keputusan tersebut hadir dengan diwakili oleh atase komersialnya.
Kelompok itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Dewan Tetap Organisasi Negara-negara Amerika (OAS) pada Kamis sepakat untuk tidak mengakui keabsahan masa jabatan baru Nicolas Maduro tertanggal 10 Januari 2019.