Muhammad Abdullah Azzam
02 Oktober 2020•Update: 02 Oktober 2020
Dmitri Chirciu
MOSKOW
Presiden Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat (AS) pada Kamis meminta Armenia dan Azerbaijan untuk segera menghentikan permusuhan dalam konflik mereka atas wilayah Nagorno-Karabakh yang memanas awal pekan ini.
Emmanuel Macron, Vladimir Putin dan Donal Trump mengatakan dalam pernyataan bersama bahwa para pemimpin Armenia dan Azerbaijan harus melanjutkan negosiasi damai.
"Kami berduka atas para korban dan menyampaikan belasungkawa kami kepada keluarga mereka yang tewas dan terluka," kata pernyataan itu.
"Kami juga meminta para pemimpin Armenia dan Azerbaijan untuk melanjutkan negosiasi tentang penyelesaian dengan itikad baik dan tanpa prasyarat, dengan bantuan ketua bersama kelompok OSCE Minsk,” ungkap pernyataan bersama itu.
OSCE Minsk Group - diketuai bersama oleh Prancis, Rusia dan AS - dibentuk pada 1992 untuk menemukan solusi damai untuk konflik tersebut, tetapi tidak berhasil.
Bentrokan perbatasan meletus lagi pada Minggu pagi ketika pasukan Armenia menyerang pemukiman sipil dan pos militer Azerbaijan, yang menyebabkan korban jiwa.
Parlemen Azerbaijan mengumumkan keadaan perang di beberapa kota dan wilayahnya menyusul pelanggaran perbatasan dan serangan Armenia di Nagorno-Karabakh.
Hubungan antara kedua negara bekas Soviet itu tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Karabakh Atas, atau Nagorno-Karabakh, wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional.