16 Desember 2018•Update: 17 Desember 2018
Ahmed Yousef
DOHA (AA) - Menteri Luar Negeri Qatar Mohamed bin Abdulrahman Al Thani mengatakan aliansi di kawasan harus dibentuk ulang merespons krisis yang sedang berlangsung di negara Teluk.
"Ini adalah krisis yang dibuat-buat, yang didasarkan pada kebohongan, berita palsu dan propaganda," ujar Al Thani dalam Forum Doha ke-18 pada Sabtu.
Juni tahun lalu, Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain secara bersama memutuskan hubungan diplomatik dengan Doha dan memberlakukan embargo atas Qatar.
Aliansi yang dipimpin Saudi ini menuduh Doha mendukung kelompok-kelompok teroris di kawasan. Namun Qatar telah membantah keras tudingan ini.
"Dalam beberapa bulan terakhir, kami telah melihat banyak jiwa yang keras kepala; ada sedikit dialog di antara negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC)."
Al Thani mengatakan Sekretaris Jenderal GCC Abdullatif bin Rashid al-Zayani tidak berdaya menghadapi ini semua.
"Prinsip-prinsip manajemen yang baru diperlukan," kata Al Thani.
Al Thani juga mengapresiasi langkah mediasi Kuwait dan menegaskan dialog adalah kunci mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan Teluk.
Diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Qatar, Forum Doha berlangsung selama dua hari yang dimulai pada Sabtu.
Acara ini mengambil tema "Membentuk Kebijakan dalam Dunia yang Terinterkoneksi".