Ekip
04 Januari 2018•Update: 04 Januari 2018
RAMALLAH, Palestina
Pemerintah Palestina yang berbasis di Ramallah pada Rabu berjanji untuk kembali memasok listrik ke Jalur Gaza setelah sembilan bulan.
"Sejalan dengan instruksi Presiden Mahmoud Abbas, pemerintah memutuskan untuk melanjutkan pemasokan listrik sebesar 50 megawatt ke provinsi-provinsi selatan [Jalur Gaza]," demikian bunyi pernyataan yang dirilis oleh kantor Perdana Menteri Rami al-Hamdallah .
"Kami akan terus menjalankan kewajiban nasional kami terhadap rakyat kami di Jalur Gaza dan berupaya keras untuk mendukung kestabilan mereka dan memperbaiki standar hidup mereka," jelas pernyataan tersebut.
Untuk sementara waktu, pemerintah akan "berupaya keras untuk mengakhiri konflik antar-Palestina dan mencapai rekonsiliasi nasional yang dicita-citakan".
April lalu, Otoritas Palestina yang berbasis di Ramallah berhenti mendanai pasokan listrik ke Jalur Gaza.
Sebagai rumah bagi lebih dari dua juta orang Palestina, daerah pantai yang diduduki Israel tersebut mengalami krisis listrik berkepanjangan.
Situasi tersebut kemudian memaksa pihak berwenang setempat untuk memberlakukan sistem "rotasi" sementara, di mana tenaga listrik di beberapa wilayah dikurangi untuk disalurkan ke wilayah lain.
Menurut Otoritas Energi Palestina, pembangkit tenaga listrik di Gaza hanya mampu menghasilkan 60 megawatt.
Saat ini, Israel dan Mesir menyediakan pasokan listrik untuk Jalur Gaza, masing-masingnya 120 megawatt dan 32 megawatt listrik.