Rıskı Ramadhan
20 Maret 2018•Update: 20 Maret 2018
Dildar Baykan
ANKARA
Kementerian Luar Negeri Turki pada Selasa menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) Abdullah bin Zayed Al Nahyan yang mengatakan bahwa “Turki melakukan intervensi di Suriah dan menimbulkan ancaman terhadap dunia Arab”.
Melalui pernyataan tertulis, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy mengatakan pernyataan Al Nahyan tidak dapat dipahami dan tidak menunjukkan niat baik.
Dia mengatakan, semua orang mengetahui bahwa Turki yang memiliki hubungan historis dan manusiawi dengan dunia Arab, peduli terhadap perdamaian, keamanan dan stabilitas di negara-negara Arab serta memberikan dukungan besar untuk tujuan bersama dunia Islam, terutama soal Yerusalem.
Juru bicara menambahkan bahwa dukungan Turki untuk persatuan politik dan integritas teritorial Suriah, upaya Turki untuk menjamin perdamaian dan stabilitas permanen di Suriah serta tanggung jawab yang dipikul Turki untuk menampung 3,5 juta pengungsi Suriah juga sangat jelas.
Dia menyoroti pentingnya mengatasi masalah regional melalui solidaritas daripada menghasut, terutama ketika kawasan ini tengah melewati masa kritis.
Mengenai Operasi Angkatan Bersenjata Turki di Afrin, barat laut Suriah, Aksoy mengatakan bahwa operasi tersebut dilakukan dengan tujuan menghilangkan ancaman terhadap Turki.
Turki pada 20 Januari lalu meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Pada Minggu, pasukan yang didukung Turki membebaskan kota Afrin, yang telah menjadi tempat persembunyian besar bagi PYD/PKK sejak 2012.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.