Chandni
20 Maret 2018•Update: 21 Maret 2018
Merve Yildizalp, Ozcan Yildirim
ANKARA
Operasi militer yang diluncurkan Turki di wilayah Afrin, Suriah akan berlanjut sampai koridor teror yang melintasi Manbij, Ayn al-Arab, Tell Abyad, Ras al-Ayn, dan Qamishli benar-benar runtuh, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Senin.
Pernyataan Erdogan itu dirilis setelah tentara Turki dan Tentara Pembebasan Suriah mengambil alih pusat kota Afrin pada hari Minggu dini hari.
Berbicara dari Ankara, Erdogan mengatakan: "Operasi militer akan berlangsung sampai koridor teror melalui Manbij, Ayn al-Arab, Tell Abyad, Ras al-Ayn, Qamishli sudah tidak ada lagi. "
Selain itu, Erdogan juga mengatakan sebanyak 3.622 teroris telah "dilumpuhkan" sejak dimulainya Operasi Ranting Zaitun di Suriah.
Pihak berwenang Turki menggunakan kata "dilumpuhkan" untuk menggambarkan teroris yang menyerahkan diri, tewas atas ditahan.
Erdogan mengatakan bahwa tahap terpenting dari Operasi Ranting Zaitun ini sudah rampung, setelah mereka berhasil membersihkan pusat kota Afrin.
"Kami telah meruntuhkan sebagian besar koridor teror di wilayah ini," katanya.
Kemungkinan masuk ke Sinjar
Erdogan juga mengungkit kemungkinan operasi lain untuk menumpaskan kelompok teroris PKK di kota Sinjar, Irak.
"Kami bisa saja suatu malam masuk ke Sinjar dan membasmi teroris PKK di sana," kata Presiden Turki.
Pada pertengahan 2014, PKK bergerak ke Sinjar dengan alasan "ingin melindungi" komunitas Yazidi dari kelompok teroris Daesh.
Turki pada 20 Januari lalu meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Minggu kemarin, pasukan Turki membebaskan kota Afrin, yang menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK sejak 2012 silam.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.
Pihak militer juga memastikan bahwa "sangat penting" supaya operasi tidak membahayakan warga sipil.
Bantuan dari Uni Eropa
Dalam pidatonya, Erdogan juga menuduh UE melanggar janji mereka terkait bantuan untuk pengungsi. Dia mengatakan akan menuntut dana USD 3,69 milyar yang diperuntukkan bagi pengungsi Suriah.
Hal itu akan dilakukan Erdogan pekan depan, dalam sebuah pertemuan UE-Turki di Bulgaria.
Presiden Turki itu mengatakan negaranya bahkan belum menerima dana awal yang dijanjikan walaupun dua tahun sudah berlalu kesepakatan migrasi itu disetujui.
"Janji itu tidak mereka tepati. Mereka mengatakan akan memberikan 3 milyar euro dan 3 milyar lagi sebagai bantuan, namun sejauh ini kami baru menerima 850 juta euro," terang Erdogan.
Pekan lalu, Komisi Uni Eropa menawarkan dana 3 milyar euro lagi untuk pengungsi Suriah di Turki, sebagai bagian dari kesepakatan 2016.