Maria Elisa Hospita
18 September 2018•Update: 18 September 2018
Diyar Guldogan
ANKARA
Kementerian Luar Negeri Turki menyambut baik kesepakatan damai antara Eritrea dan Ethiopia yang bertujuan untuk memulihkan hubungan yang renggang sejak 1998.
"Kami yakin kesepakatan damai ini akan berkontribusi bagi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Ethiopia dan Eritrea, juga mendorong perdamaian dan stabilitas di Afrika Timur," kata kementerian dalam sebuah pernyataan.
Presiden Eritrea Isaias Afwerki dan Perdana Menteri Etiopia Abiy Ahmed menandatangani kesepakatan pada Minggu di Jeddah, Arab Saudi.
Eritrea memisahkan diri dari Etiopia pada 1993, dan kedua negara itu bertempur selama tahun 1998-2000, hingga menewaskan sekitar 70.000 jiwa dari kedua belah pihak.