Muhammad Abdullah Azzam
12 Maret 2020•Update: 12 Maret 2020
Büşra Nur Bilgiç Çakmak
ANKARA
Uni Eropa pada Rabu mengatakan mereka berharap agar Yunani menyelidiki kekerasan terhadap pengungsi dan pencari suaka di perbatasan negara itu.
"Kami menyerukan kepada otoritas Yunani untuk menyelidiki dugaan praktik ilegal atau kekerasan," ujar Adalbert Jahnz, juru bicara Komisi Eropa pada konferensi pers.
“Pemerintah Yunani menghadapi tugas yang sulit dalam menghadapi situasi yang luar biasa. Namun, mereka harus melakukannya dengan penuh tanggung jawab terhadap hak-hak dasar dan bertindak secara proporsional, ”tambah dia.
Jahnz juga mengatakan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Komisaris Urusan Dalam Negeri Ylva Johansson akan mengunjungi Yunani pada Kamis ini untuk membahas situasi pengungsi serta masalah-masalah lainnya.
Turki baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka tidak akan lagi menahan para pencari suaka yang ingin mencapai Eropa.
Ribuan pencari suaka berbondong-bondong mendatangi provinsi Edirne Turki - yang berbatasan dengan Yunani dan Bulgaria - untuk menuju Eropa.
Reaksi Yunani terhadap para pencari suaka sangat keras, dengan banyak di antaranya yang cedera akibat diserang dengan air bertekanan tinggi, gas airmata, dan ada yang tewas karena tembakan peluru tajam oleh pasukan Yunani.
Turki, yang telah menampung sekitar 3,7 juta migran Suriah, lebih dari negara mana pun di dunia, mengatakan negara itu tidak mampu lagi menampung gelombang pengungsi lainnya.