Gökhan Ergöçün
29 Mei 2021•Update: 31 Mei 2021
ISTANBUL
Ekspor Turki tahun-ke-tahun melonjak 109,2 persen menjadi USD18,78 miliar, sementara impor juga naik 61,1 persen hingga USD21,84 miliar, mempersempit defisit perdagangan sebesar 33,2 persen (yoy) pada April.
Defisit perdagangan luar negeri sebesar USD3,05 miliar pada April, sementara defisit itu berjumlah USD4,58 miliar pada bulan yang sama tahun lalu, menurut badan statistik negara itu TurkStat pada Jumat.
Rasio cakupan ekspor-impor adalah 86 persen di bulan tersebut, naik dari tahun sebelumnya pada 66,2 persen.
"Defisit perdagangan luar negeri, tak termasuk produk energi dan emas, mencapai USD404 juta pada April 2021," kata TurkStat.
Dengan 94,7 persen, produk industri manufaktur mengambil porsi terbesar dari keseluruhan ekspor di bulan tersebut, diikuti oleh pertanian-kehutanan-penangkapan ikan pada 2,7 persen dan pertambangan-penggalian pada 2 persen.
Rasio ekspor produk teknologi tinggi dan menengah-tinggi pada ekspor industri manufaktur berjumlah 38,6 persen di bulan April, naik dari 37,6 persen di bulan yang sama tahun lalu.
Jerman adalah tujuan terbesar ekspor Turki dengan total volume USD1,65 miliar, sedangkan China adalah sumber utama impor Turki dengan total USD2,4 miliar.
Statistik perdagangan luar negeri dihitung menggunakan dua metode berbeda: sistem perdagangan khusus dan umum.
Sistem perdagangan umum adalah konsep yang lebih luas, termasuk serikat pabean, semua jenis zona bebas, area sirkulasi bebas.