Devina Halim
31 Mei 2021•Update: 02 Juni 2021
JAKARTA
Indonesia berharap nilai perdagangan dengan Amerika Serikat dapat meningkat dalam waktu dekat.
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Mahendra Siregar membahas langkah-langkah untuk mewujudkan harapan tersebut bersama Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman dalam pertemuan tatap muka di Jakarta, Senin.
“Termasuk di dalamnya perpanjangan pemberian fasilitas GSP atau Generalized System of Preferences akan difinalkan oleh proses legislasi di Amerika,” ungkap Mahendra dalam konferensi pers daring, Senin.
Kedua Wamenlu turut membahas kerangka kerja sama mengingat AS juga menjadi sumber investasi yang penting bagi Indonesia.
Maka dari itu, Mahendra menuturkan, ia sekaligus menyampaikan perkembangan penerapan dan sosialisasi Undang-Undang Cipta Kerja, termasuk meminta feedback dari pebisnis serta investor AS.
Wamenlu RI dan AS kemudian membahas perubahan iklim, di mana keduanya sepakat memanfaatkan Joint Task Force secara maksimal untuk mencapai emisi nol bersih (net zero emission).
Mahendra mengungkapkan, keduanya juga membahas kerja sama kesehatan, krisis di Myanmar, Palestina, hingga kekerasan terhadap warga keturunan Asia di AS.
“Kami juga menyampaikan sambutan baik kepada inisiatif AS terkait dengan waiver dari intellectual property berkaitan dengan langkah-langkah untuk menanggulangi Covid-19 yang sedang dibahas di WTO,” kata Mahendra.
Sementara itu, Wamenlu AS Wendy mengungkapkan pihaknya menantikan kerja sama dengan Indonesia untuk mengatasi perubahan iklim serta memperkokoh hubungan ekonomi.
“Untuk mengakhiri pandemi ini, Amerika Serikat juga bermitra dengan Indonesia untuk membangun lebih baik lagi,” ujar Wendy dalam konferensi pers yang sama.
Dalam penanganan pandemi Covid-19, Wamenlu Wendy menyampaikan komitmen Presiden AS Joe Biden membagikan 80 juta dosis vaksin secara global.
Wamenlu Wendy mengatakan AS membagikan vaksin tersebut demi mengakhiri pandemi.