Pizaro Gozali İdrus
23 Maret 2018•Update: 23 Maret 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Indonesia akan menjadi tuan rumah Indonesia-Africa Forum (IAF) pada 10-11 April untuk meningkatkan kerja sama ekonomi.
“Hubungan kita secara politik dekat sama Afrika. Tapi kita kurang mendorong kerja sama ekonomi. Ini salah satu tujuan kita menggelar IAF,” juru bicara Kementerian Luar Negeri Armanatha Nasir di Jakarta, Kamis.
Menurut Armanatha, sebanyak 53 negara Afrika akan hadir dalam pertemuan yang akan digelar di Bali.
Namun pertemuan strategis ini ini tidak hanya dihadiri pemerintah, tapi juga swasta.
“Ini yang membuat IAF ini unik dan kita mengharapkan adanya business deal dengan Afrika,” kata Armanatha.
Armanatha juga menerangkan pasar Afrika sangat potensial karena dengan jumlah populasi 1.3 milyar.
Sedangkan pertumbuhan populasi di benua tersebut diprediksi mencapai 40 persen."
"Salah satu penghalang kita adalah ketidakmengertian pengusaha Indonesia soal Afrika dan juga ketidaktahuan pengusaha Afrika tentang kemajuan Indonesia di bidang ekonomi," jelas Tata.
"Di sinilah kita akan saling mengenal," tambah Tata.
Direktur Afrika Kementerian Luar Negeri RI Daniel Simanjuntak sejumlah sektor kerja sama akan dibicarakan dalam forum ini antara lain infrastruktur, energi, ekonomi digital, financial technology, kontruksi serta kebutuhan sehari-hari dan juga bahan makanan.
Daniel juga berharap dengan forum ini Afrika mau menurunkan tarif bagi baran ekspor Indonesia yang saat ini mencapai 30-40 persen.
Sebab, terang Daniel, regulasi tersebut telah menghambat hubungan perdagangan Indonesia dan Afrika.
“Dengan pengurangan tarif, Indonesia akan meningkatkan volume perdagangan,” jelas Daniel.
Kementerian Luar Negeri menginformasikan acara ini akan dihadiri sejumlah menteri dari Indonesia dan juga negara-negara Afrika.
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dijadwalkan akan membuka dan menutup kegiatan ini.