Muhammad Nazarudin Latief
06 Mei 2020•Update: 06 Mei 2020
JAKARTA
Harga batu bara acuan (HBA) Mei turun ke angka USD61,11 per ton setelah pada April pada level USD65,77 per ton.
Kepala Humas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Agung Pribadi mengatakan HBA turun karena permintaan dari konsumen utama Asia, seperti China, Korea Selatan, India dan Jepang juga melambat karena pandemi Covid-19.
“Harga batu bara sudah turun sejak dua bulan terakhir,” ujar Agung dalam siaran pers.
HBA mengalami fluktuasi sejak Januari sebesar USD65,93 per ton, kemudian naik pada Februari sebesar USD66,89 dan kembali naik pada Maret hingga USD67,08.
Penurunan HBA pada Mei 2020 juga dipicu penurunan harga minyak dunia yang berpengaruh pada turunnya harga batu bara di pasar internasional.
Empat indeks harga batu bara yang umum digunakan dalam perdagangan batu bara dunia terpantau mengalami penurunan, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platts 5900 pada bulan sebelumnya.
Nilai HBA sendiri diperoleh rata-rata empat indeks harga batu bara dunia tersebut.
HBA Mei 2020 ini akan digunakan untuk penjualan langsung (spot) selama satu bulan pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Vessel).