Rıskı Ramadhan
21 Maret 2018•Update: 21 Maret 2018
Fatih Hafiz Mehmet
ANKARA
Turki pada Selasa menolak pernyataan Kementerian Luar Negeri Mesir soal Operasi Ranting Zaitun di wilayah Afrin.
Melalui sebuah pernyataan tertulis, Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa Turki berkontribusi terhadap integritas teritorial Suriah dengan memerangi kelompok teror separatis.
Tudingan bahwa operasi tersebut melanggar hak warga sipil dan memperdalam krisis kemanusiaan di Suriah tidak benar, tegas pernyataan tersebut.
"Operasi tersebut telah membuka jalan bagi keamanan dan stabilitas dengan menyelamatkan masyarakat sipil dari tekanan sebuah kelompok teror," kata pernyataan tersebut.
Pernyataan tersebut menambahkan, tudingan bahwa Operasi Ranting Zaitun membahayakan proses solusi politik di Suriah sama sekali tidak benar.
"Organisasi teroris PYD/YPG yang diperangi Turki, tidak dapat memiliki peran dalam proses solusi politik di Suriah," kata pernyataan tersebut.
Pada Senin, Kementerian Luar Negeri Mesir mengutuk operasi militer Turki di Afrin.
Turki pada 20 Januari lalu meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Pada Minggu, pasukan yang didukung Turki membebaskan kota Afrin, yang telah menjadi tempat persembunyian besar bagi PYD/PKK sejak 2012.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.