Nicky Aulia Widadio
11 Juli 2019•Update: 11 Juli 2019
Nicky Aulia Widadio
JAKARTA
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memperpanjang Operasi Tinombala selama tiga bulan untuk menangkap kelompok Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.
Juru bicara Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan masa operasi diperpanjang karena Satgas Tinombala membutuhkan waktu lebih untuk mengejar kelompok Ali Kalora di tengah kendala medan yang sulit.
Kelompok Ali Kalora hingga kini bersembunyi di wilayah Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Polisi memperkirakan jumlah mereka tersisa sembilan orang.
“Sudah menemukan titik koordinatnya tapi butuh waktu lebih panjang," kata Dedi di Jakarta, Kamis.
Kelompok Ali Kalora bertanggung jawab atas pembunuhan seorang penambang emas di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada akhir Desember 2018.
Polisi juga menduga Ali Kalora bertanggungjawab atas pembunuhan dua warga sipil di Parigi Mouting.
Dua korban berinisialT dan P tewas karena benda tajam pada Selasa, 25 Juni 2019.
Ali Kalora menjadi petinggi di MIT setelah sejumlah pimpinan kelompok ini satu per satu tewas dan ditangkap.
Pemimpin sekaligus pendiri MIT, Santoso tewas dalam baku tembak dengan Satgas Tinombala di Pegunungan Biru, Desa Tambarana, Poso Pesisir Utara, Poso, Sulawesi Tengah pada Juli 2016 lalu.
Satgas Tinombala kemudian menangkap Basri, yang merupakan tangan kanan Santoso pada September 2016.
Sedangkan salah satu pentolan kelompok ini, Sabar Subagio alias Daeng Koro telah lebih dulu tewas dalam baku tembak pada April 2015 lalu.