Pizaro Gozali İdrus
12 September 2018•Update: 12 September 2018
Pizaro Gozali
BALI
Forum Parlemen Dunia untuk tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) kedua resmi dibuka pada Rabu di Bali.
Sebanyak 50 negara, termasuk Turki, ikut hadir dalam forum internasional ini.
Dalam pidato pembukaan, Ketua Steering Committee Nurhayati Ali Assegaf menyampaikan forum ini akan memberi perhatian serius terhadap energi terbarukan.
Menurut dia, energi menjadi salah satu perhatian utama dalam SDGs. Untuk itu, para anggota parlemen dunia harus bekerja sama mendorong pengembangan energi terbarukan.
“Parlemen dunia harus menjadikan program SDGs sebagai arus utama dalam kebijakan di negara masing-masing,” ujar Nurhayati yang juga Ketua Badan Kerja Sama Antar Perlemen DPR RI ini.
Nurhayati menyampaikan forum ini akan dibagi empat sesi yang masing-masing berbicara soal, konsumsi energi yang bertanggungjawab, kualitas pendidikan dan teknologi terhadap industri hijau, partisipasi perempuan dan energi berkelanjutan, dan aksi parlemen untuk energi berkelanjutan yang terjangkau.
“Forum ini akan mewadahi para pemangku kebijakan untuk berdialog dalam mewujudkan clean energi,” kata Nurhayati.
Nurhayati mengungkapkan saat ini parlemen dunia sudah mulai mendorong pemerintah agar kebijakan di bidang energi tidak hanya bergantung pada fosil dan batu bara. Tapi harus berinovasi dan beralih ke energi yang berkelanjutan.
“Ketergantungan pada harga minyak tidak akan menjamin menuju perekonomian yang stabil,” ujar dia.
Nurhayati menambahkan DPR RI menyadari kerja sama antara eksekutif dan legislatif dalam kebijakan yang mengarah pada energi terbarukan sangat diperlukan.
Oleh sebab itu, forum ini turut mengundang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
“Menteri ESDM Ignasius Jonan akan hadir, Kepala Bappenas juga hadir. Jadi ini memang sebetulnya, diplomasi parlemen diperuntukkan untuk kebijakan-kebijakan luar negeri pemerintah, yang berdampak pada kemaslahatan dalam negeri,” jelas Nurhayati.