Pizaro Gozali İdrus
20 Maret 2018•Update: 21 Maret 2018
Pizaro Idrus
JAKARTA
Indonesia sudah melakukan pembicaraan dengan Taliban terkait pertemuan tiga ulama negara Afghanistan, Pakistan, dan Indonesia di Jakarta.
“Kita sudah komunikasi, tapi hasilnya tak perlu saya sampaikan,” ujar Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Luar Negeri Zaitun Rasmin kepada Anadolu Agency di Jakarta, Selasa.
Zaitun menegaskan MUI terus melakukan pendekatan kepada ulama-ulama Taliban agar mau menghadiri pertemuan untuk menciptakan perdamaian di Afghanistan.
Namun demikian, Zaitun mengatakan tidak ingin terburu-buru meminta kehadiran Taliban agar pertemuan bisa berjalan maksimal.
Karena itu, ujar Zaitun, Indonesia akan mengundur waktu pertemuan sampai para ulama Taliban siap hadir.
“Kita tidak mau pertemuan ini hanya formalitas saja. Kita ingin hasil terbaik,” kata Zaitun.
Zaitun menegaskan posisi Indonesia dalam pertemuan ini hanya sebagai juru damai tanpa ada niatan politis.
“Kita tidak mempunyai kepentingan apa-apa di Afghanistan,” tukas pria yang juga menjadi Ketua Umum Wahdah Islamiyah ini.
Zaitun juga menyampaikan perwakilan dari Indonesia siap hadir ke Pakistan untuk berdialog dan meyakinkan Taliban terkait pertemuan tiga ulama negara.
“Itu menjadi salah satu opsi. Tapi kita masih menunggu proses sementara berlangsung,” jelas Zaitun.
Seperti diketahui, Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan ulama tiga negara untuk mewujudkan perdamaian di Afghanistan.
Dalam pertemuan ini, akan ada 45 ulama yang akan hadir yakni 15 orang dari Afghanistan, 15 orang dari Pakistan, dan 15 orang dari Indonesia.
Rencananya, pertemuan akan dilakukan pada akhir Maret, namun Indonesia masih menunggu kesiapan dari para ulama Taliban di Pakistan.