Muhammad Abdullah Azzam
30 Oktober 2018•Update: 30 Oktober 2018
Abdel Ra'ouf Daoud Abdel Ra'uof Arnaout, Safiye Karabacak
YERUSALEM
Tentara Israel menahan 12 warga Palestina dalam operasi yang digelar malam hari di berbagai bagian di Tepi Barat dengan tuduhan terlibat dalam kegiatan terorisme, menurut pernyataan tertulis militer Israel.
Warga Palestina yang ditahan itu telah dikirim ke pusat penahanan di wilayah tersebut untuk diperiksa.
Pasukan Israel kerap menyergap rumah-rumah warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki, kemudian menahan orang Palestina dengan berbagai tuduhan.
Asosiasi Tahanan Palestina melaporkan bahwa terdapat sekitar 6.000 warga Palestina yang menerima hukuman penjara seumur hidup di penjara-penjara Israel.
Berdasarkan data resmi pemerintah, sekitar 6.500 warga Palestina saat ini mendekam di penjara Israel, termasuk 62 perempuan dan sekitar 350 anak di bawah umur.
Militer Israel sering melaksanakan razia di Tepi Barat dengan dalih mencari orang-orang Palestina yang "termasuk dalam daftar orang-orang yang dicari".
Wilayah Palestina diliputi ketegangan sejak Desember lalu, ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Yerusalem Timur, yang diduduki oleh Israel pada 1967, masih menjadi poros konflik Timur Tengah selama puluhan tahun.