01 Agustus 2017•Update: 02 Agustus 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto, mengatakan Indonesia akan bekerja sama dengan lima negara lainnya untuk mencegah bahaya terorisme, Selasa. Kerja sama yang dilakukan termasuk dengan tukar menukar informasi dan mencegah aliran dana terorisme
Kelima negara itu adalah Selandia Baru, Australia, Malaysia, Filipina dan Brunei Darussalam.
Kesepakatan untuk kerja sama itu telah dibahas dalam acara Sub-Regional Meeting on Foreign Terrorist Fighters and Bross Border Terrorism (SRM FTF-CBT) yang digelar di Manado, 29 Juli 2017 lalu.
“Kita akan mencegat dana-dana terorisme yang mengalir. Antar negara terbuka untuk menyampaikan info pada aparat negara terlibat yang mempunyai kewenangan,” kata Menteri Wiranto.
Sayangnya Menteri Wiranto tidak menjelaskan secara detil strategi tersebut
“Pertukaran informasi ini menjadi bagian dari kesepakatan kita. Ada pengayaan informasi dari masing-masing negara untuk menanggulangi terorisme. Apa yang terjadi di Filipina diinformasikan ke kita. Kita pun akan berbagi informasi terorisme ke negara lain,” ujar Wiranto.
Menurut Wiranto, terorisme adalah kejahatan yang tidak mengenal batas negara. Oleh karena itu persoalan tersebut bisa diselesaikan bersama dengan negara lain
“Tidak kemudian operasi terorisme di Indonesia tidak bisa dibagikan keluar. Kalau suatu negara menangani terorisme sendiri, tidak mungkin berhasil, dibutuhkan kerja sama,” ujar Wiranto.